Kamis, 19 November 2009

12 Think Eco ! : April 2009

Sumber : Kalender Harian Kompas 2009


Menggunakan kertas seefisien mungkin dapat membantu menjaga kelestarian hutan.

Pakai kembali kertas yang masih bisa digunakan dan daur ulang sampahnya. Gunakan kertas bekas untuk mem-print dokumen. Go digital.

Beli tiket pesawat dan bayar tagihan secara online. Isi ulang pulsa handphone secara elektronik. Kurangi surat pos, beralihlah ke email dan jangan print email Anda jika tidak perlu.


Pengantar

12 Think Eco ! : Maret 2009

Sumber : Kalender Harian Kompas 2009


Dukung industri untuk memakai produk hutan bersertifikat.

Cegah ladang berpindah. Jagalah hutan dari bahaya kebakaran. Tanam kembali pohon yang ditebang.

Satu pohon menyumbang 1,5 kg oksigen per hari dan mampu mengisap satu ton karbondioksida semasa hidupnya.


Pengantar



llb

12 Think Eco ! : Februari 2009

Sumber : Kalender Harian Kompas 2009

Bersepeda ke kantor dapat mengurangi kontribusi emisi CO2 ke atmosfer bumi.

Car pooling (berangkat dan pulang bersama-sama dengan satu mobil rekan yang tinggal sewilayah) dapat menjadi pilihan efisien.

Ingatkan pengendaranya menyetir dengan benar atau eco-drive, yaitu mengemudi tidak agresif, menghindari rem mendadak, dan memindahkan transmisi dengan cepat.


Pengantar



llb

12 Think Eco ! : Januari 2009

Sumber : Kalender Harian Kompas 2009


Pengantar Bambang Haryanto : Sekitar 4-5 tahun terakhir ini saya selalu menerima kiriman kalender dari Harian Kompas. Juga kartu ucapan Hari Raya Idul Fitri. Tentu, menyenangkan. Terima kasih, Kompas.

Kebetulan kelender untuk tahun 2009 yang sebentar lagi akan ditelan sejarah itu bertemakan lingkungan hidup. Setiap bulan terpajang karya kartun dari kartunis Kompas, disertai pesan-pesan yang inspiratif.

Kalender Think Eco! Ini dikerjakan oleh MediArt (komunitas artistik Kompas Gramedia) untuk kampanye pelestarian lingkungan dan anti pemanasan global. Tim MediArt : Agus Salim, Mirna Yulistanti, Richard Tamon, Rully Susanto, Thomdean, dan T. Nurdjito. Desain : Rully Susanto. Teks : Mirna Yulistianti. Produksi : MediArt.

Memancing diskusi lanjutan. Penjelajah lautan yang terkenal, Jacques Cousteau (1910–1997), berujar bahwa umat manusia lebih melakukan kerusakan bagi bumi dan isinya pada abad ke-20 ini dibanding umat-umat manusia pada era sebelumnya.

Merujuk relevansi ujaran Cousteau itu dan 12 pesan-pesan inspiratif tersebut, saya berinisiatif untuk memajangnya di blog ini. Untuk mengawetkannya. Sekaligus untuk menghidupkannya kembali. Demi kelestarian perhatian umat manusia terhadap bumi kita.

Karena berbeda dibanding pemajangannya dalam kalender cetak yang terisolir, maka pemajangannya dalam blog ini membuat pesan-pesan tersebut terbuka untuk dilanjutkan sebagai materi obrolan, perbincangan, diskusi. Secara teoritis, mendunia.

Anda berminat ?
Saya nantikan. Terima kasih.


Pemanasan global bersumber dari perilaku manusia yang tidak ramah lingkungan.

Salah satu akibatnya adalah perubahan iklim secara radikal. Seperti berjuta-juta tahun yang silam, bumi mampu beregenerasi dan terlahir kembali. Lalu bagaimana dengan manusia dan makhluk hidup yang tinggal di dalamnya.

Bukan hanya kita tidak akan lagi melihat pepohonan yang hijau, langit yang biru dan samudera yang bersih akibat perusakan lingkungan, tetapi bahkan spesies kita, homo sapiens, dapat terancam punah.

Ubahlah gaya hidup dengan berperilaku ramah lingkungan untuk sekarang dan masa depan yang lebih baik.

llb

Senin, 16 November 2009

Pemanasan Global

Surat Pembaca dimuat di Harian Suara Merdeka,
Jumat,4 Januari 2007 : Hal. M



Beberapa minggu lalu saya terlambat berangkat ke sholat Jumat. Tetapi keterlambatan itu menguak hal yang sebelumnya tidak saya sadari. Saat itu halaman masjid Al-Taqwa Wonogiri penuh sesak dengan sepeda motor dan mobil.

Saya bergumam, ternyata untuk berbakti kepada Allah para umat juga harus beramai-ramai menggunakan bahan bakar fosil, yaitu bensin, sementara dampak utama dari konsumsi itu adalah meningkatnya suhu global yang lebih cepat.

polusi udara,polusi udara,kendaraan bermotor,masjid wonogiri,laskar langit biru

Penuh kendaraan bermotor. Mobil dan motor nampak memenuhi pelataran parkir Masjid At-Taqwa Wonogiri seusai Jumatan yang saya potret dari balik pagar pembatas lantai dua masjid bersangkutan.

Mungkin yang memiliki sepeda motor ada yang berdoa semoga segera bisa memiliki mobil, dan yang memiliki mobil berdoa dapat memiliki mobil yang lebih mewah. Peningkatan konsumsi bahan bakar fosil pun semakin menaik, suhu global juga naik semakin cepat.

Saya mengetuk : apakah umat Islam dapat sedikit meneruskan ketangguhan sikap menahan diri yang telah tergembleng selama bulan Puasa, dalam kehidupan sehari-hari kini ? Bagaimana kalau setiap melaksanakan sholat Jumat justru kita mengistirahatkan sepeda motor dan mobil kita masing-masing ? Kita pergi ke mesjid dengan jalan kaki. Bila kejauhan dengan mesjid utama, kita dapat melakukan ibadah yang sama di mushalla terdekat.

Kebetulan, tiap Jumat adalah hari berolahraga bagi karyawan lembaga pemerintahan dan swasta. Sehingga alangkah baiknya bila hari itu terjadi kesinambungan semangat dan praktek untuk hidup sehat, berperilaku menahan diri mengonsumsi bahan bakar fosil, peduli kepada masa depan bumi, yang berarti juga peduli bagi masa depan kita sendiri, anak cucu kita dan sesamanya.


Bambang Haryanto
Jl. Kajen Timur 72 Wonogiri 57612

llb

Minggu, 15 November 2009