Senin, 16 November 2009

Pemanasan Global

Surat Pembaca dimuat di Harian Suara Merdeka,
Jumat,4 Januari 2007 : Hal. M



Beberapa minggu lalu saya terlambat berangkat ke sholat Jumat. Tetapi keterlambatan itu menguak hal yang sebelumnya tidak saya sadari. Saat itu halaman masjid Al-Taqwa Wonogiri penuh sesak dengan sepeda motor dan mobil.

Saya bergumam, ternyata untuk berbakti kepada Allah para umat juga harus beramai-ramai menggunakan bahan bakar fosil, yaitu bensin, sementara dampak utama dari konsumsi itu adalah meningkatnya suhu global yang lebih cepat.

polusi udara,polusi udara,kendaraan bermotor,masjid wonogiri,laskar langit biru

Penuh kendaraan bermotor. Mobil dan motor nampak memenuhi pelataran parkir Masjid At-Taqwa Wonogiri seusai Jumatan yang saya potret dari balik pagar pembatas lantai dua masjid bersangkutan.

Mungkin yang memiliki sepeda motor ada yang berdoa semoga segera bisa memiliki mobil, dan yang memiliki mobil berdoa dapat memiliki mobil yang lebih mewah. Peningkatan konsumsi bahan bakar fosil pun semakin menaik, suhu global juga naik semakin cepat.

Saya mengetuk : apakah umat Islam dapat sedikit meneruskan ketangguhan sikap menahan diri yang telah tergembleng selama bulan Puasa, dalam kehidupan sehari-hari kini ? Bagaimana kalau setiap melaksanakan sholat Jumat justru kita mengistirahatkan sepeda motor dan mobil kita masing-masing ? Kita pergi ke mesjid dengan jalan kaki. Bila kejauhan dengan mesjid utama, kita dapat melakukan ibadah yang sama di mushalla terdekat.

Kebetulan, tiap Jumat adalah hari berolahraga bagi karyawan lembaga pemerintahan dan swasta. Sehingga alangkah baiknya bila hari itu terjadi kesinambungan semangat dan praktek untuk hidup sehat, berperilaku menahan diri mengonsumsi bahan bakar fosil, peduli kepada masa depan bumi, yang berarti juga peduli bagi masa depan kita sendiri, anak cucu kita dan sesamanya.


Bambang Haryanto
Jl. Kajen Timur 72 Wonogiri 57612

llb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar